TEMA BULANAN: “Pengharapan Mesianis”
TEMA MINGGUAN: “Berpegang Teguh pada Pengharapan”
BACAAN ALKITAB: Ibrani 10 : 19 – 39
Dunia yang kita tempati adalah dunia milik dan ciptaan Tuhan. Tuhan menciptakan manusia untuk ditempatkan, dipanggil untuk menata, mengelola dunia ciptaan-Nya sekaligus mengerjakan maksud dan kehendak-Nya.Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan Pencipta, Pemelihara, Pembebas dan Penyelamat dunia dan manusia. Dalam pandangan ajaran iman inilah kitapun mengakui bahwa sampai hari ini manusia boleh ada dan hadir menikmati kehidupan di tahun 2020 ini karena anugerah-Nya. Pengalaman hidup bersama Tuhan dalam ruang dan waktu ini sesungguhnya telah memberikan pembelajaran dan penguatan iman bahwa sesungguhnya janji dan karya penyelamatan yang dikerjakan oleh Yesus selalu dirasakan orang percaya. Hal inilah juga yang menjadi motivasi dan harapan orang percaya dalam menjalani kehidupan dan penghidupan yang adalah tahun anugerah yang men-datangkan berkat dan harapan tetapi juga penuh dengan tantangan dan kerja keras. Tuhan menghendaki umat-Nya berpegang teguh pada pengharapan, meskipun pengharapan itu masih di depan dan belum terlihat. Tuhan menghendaki orang-orang percaya menjadikan pengharapan itu menjadi milik yang pasti sehingga manusia tidak akan menjadi lemah dan lamban dalam menghadapi berbagai tantangan dan cobaan. Pengharapan itu membutuhkan ketekunan, sebagai-mana contoh dan teladan iman yang ditunjukkan oleh Abraham yang walaupun sudah tua tetapi dengan teguh dan berpengharapan menantikan janji dari Tuhan untuk mendapatkan keturunan (bnd. Kejadian 12:1-4).
Berdasarkan pemahaman inilah maka diangkat tema minggu ini: “Berpegang Teguh pada Pengharapan”.
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Surat Ibrani terutama ditujukan kepada orang Kristen Yahudi yang sedang mengalami penganiayaan dan keputusasaan, dengan tujuan memperkuat iman mereka kepada Kristus. Dalam surat ini dijelaskan secara teliti keunggulan dan ketegasan penyataan Allah dan penebusan yang dikerjakan oleh Yesus Kristus. Penutur berita ini menyatakan bahwa penyediaan penebusan di dalam Perjanjian Lama sudah digenapi. Yesus datang dan menetapkan suatu perjanjian yang baru melalui kematian-Nya yang mengerjakan perdamaian. Penutur berita ini menantang para pembacanya yang menjadi alamat surat ini untuk tetap mempertahankan pengakuan mereka terhadap Kristus hingga kesudahannya dan maju terus menuju pada kedewasaan rohani serta tidak kembali pada kehidupan di bawah hukuman dengan cara meninggalkan kepercayaan kepada Yesus Kristus.
Hal ini tergambar dari apa yang disaksikan oleh Kitab Ibrani 10 :19-39. Dalam ayat 19 dikatakan: Kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus. Hal ini menyatakan bahwa dengan darah Yesus yang hidup yang Dia persembahkan sungguh memberikan keberanian di hadapan Allah. Dalam Perjanjian Lama, Imam Besar memiliki hubungan atau jaringan karena darah hewan yang mati tetapi di dalam Perjanjian Baru orang percaya memiliki jaringan atau hubungan karena pengorbanan yang sempurna Anak Allah yang tidak berdosa, Yesus yang hidup dan dibangkitkan membawa orang percaya ke ruang takhta Allah. Perjanjian Lama menyaksikan para imam berulang kali masuk ruang kudus dengan membawa korban hewan untuk diper-sembahkan kepada Allah. Yesus mempersembahkan hidup-Nya sekali dan untuk selama-lamanya sebagai penebusan dosa untuk keselamatan orang percaya. Tabir memisahkan tempat Maha Kudus dari tempat kudus dan untuk masuk ke dalam tempat Maha Kudus terlebih dahulu harus melewati tabir (ayat 19-21). Tetapi tabir yang memisahkan manusia dari hadirat Allah yang intim ini, sekarang selamanya terbuka lebar terbelah menjadi dua dari atas ke bawah (Matius 27:51). Penutur kitab Ibrani membuat analogi antara tabir di antara Allah dan manusia dan Tubuh Yesus. Tubuh Yesus “koyak” dan demikian juga tabir itu, hal ini menunjukkan bahwa sekarang kita dapat datang kepada Allah dengan penuh keberanian. Tabir yang terbelah itu tidak dapat digantung lagi, demikian halnya mereka yang ada dalam Yesus Kristus dan Allah yang Agung, tidak ada perpisahan lagi. Ketika tubuh Yesus “koyak” di kayu salib, darah dan kehidupan-Nya menjadi tersedia untuk tujuan utama Yesus yaitu keselamatan manusia.
Pekerjaan Yesus membuat kita mampu mendekat dengan iman yang teguh (ayat 22), karena itu penutur kitab Ibrani mengingatkan pembacanya untuk teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita sebab Ia, yang menjanjikannya, setia (ayat 23). Kekecewaan membuat mereka goyah dari kebenaran. Keyakinan yang diperbaharui akan kebesaran Yesus dan karya-Nya dalam Perjanjian Baru, akan membuat mereka teguh dalam iman. Sebab tidak ada tempat dalam pengalaman Kristen untuk sebuah pengharapan yang kokoh pada satu sisi dan goyah pada sisi yang lain. Alasan kita dapat berdiri teguh adalah karena Dia yang menjanjikan adalah setia. Jauh lebih baik untuk mempercayai kesetiaan Tuhan dari pada percaya pada diri sendiri.Teks selanjutnya mengingatkan umat untuk selalu mengikuti pertemuan-pertemuan ibadah. Mengikuti pertemuan ibadah bukan karena ketika ada perasaan “membutuhkannya” pada saat tertentu saja, melainkan dorongan iman untuk menaati Tuhan dan mengasihi orang lain agar teguh dalam menghadapi penganiayaan, kesesatan, penyembahan berhala dan berbagai bentuk penolakan kepada Kristus.
Orang Kristen yang putus asa berada dalam bahaya untuk membuang kepercayaan mereka kepada Yesus sebab itu harus memerlukan ketekunan. Memegang teguh keper-cayaan seperti perisai yang melindungi mereka. Melepaskan kepercayaan ibaratnya sama seperti seorang tentara pengecut yang lari dari pertempuran. Sebab kamu memerlukan ketekunan. Hal ini ujian berat dan paling mengecilkan hati adalah ketika kita dipanggil untuk mematuhi kehendak Allah di saat penggenapan akan janji-Nya. Ketekunan ini dibangun melalui ujian iman (bnd.Yakobus 1:2-4).” Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup ” (ayat 39). Bagian akhir teks ini menegaskan sekaligus mengajak orang percaya untuk bertahan dan mendapatkan janji Tuhan. Untuk tidak akan mundur kembali pada tradisi lama atau ke dalam hubungan Perjanjian Lama dengan Tuhan atau mencari pengganti lainnya untuk Yesus yang telah berkorban untuk keselamatan.
Makna dan Implikasi Firman
Ajaran iman tentang Tuhan Allah yang diajarkan oleh Perjanjian Lama sesungguhnya telah dikuduskan, disempurnakan dan digenapi di dalam dan melalui Yesus Kristus, yang oleh Kitab Ibrani telah menegaskan bahwa dengan darah Yesus Kristus telah membuka jalan baru untuk masuk tempat kudus-Nya dan tidak lagi melalui aturan-aturan Hukum Taurat sebagaimana yang diajarkan di dalam Perjanjian Lama. Sekalipun hukum Tuhan tidak boleh diabaikan. Kita sudah ada di awal perjalanan di tahun ini. Tantangan demi tantangan sebagaimana tahun yang telah kita lewati, bukan tidak mungkin akan kita hadapi di tahun baru 2020, apakah itu menyangkut perekonomian, narkoba, perda-gangan manusia, radikalisme, pengrusakan lingkungan, banjir, gempa bumi, tanah longsor dan gejala-gejala alam lainnya. Kita tidak boleh menyerah dan apatis atas keadaan ini. Kita harus berani merubah perilaku dan karakter kita untuk tidak melakukan perbuatan yang sama, sehingga kita dihindarkan oleh Tuhan dari segala keterpurukan, ketertinggalan, musibah, keterbelakangan dalam segala hal. Kita bersyukur sebagai warga bangsa Indonesia yang sedang giat-giatnya membangun di segala sektor kehidupan. Sekalipun tidak sedikit tantangan dan pergumulan yang akan dihadapi, tetap dalam keyakinan iman kita bahwa Tuhan menyertai kita. Firman Tuhan minggu ini mengingatkan kita untuk tetap teguh, kokoh dalam pergharapan kepada Yesus bahwa di dalam Kasih dan Kuasa Yesus sesungguhnya tersedia jaminan masa depan. Yesus telah berjanji bahwa Ia adalah setia, karena itu tetaplah terus berpegang pada pengharapan Mesianis yang tersedia dalam Yesus Kristus (bnd. Ayat 23). Dialah Yesus yang akan menyertai dan menjadi jaminan serta pengharapan hidup kini dan di masa yang akan datang
PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:
1. Apa yang saudara pahami tentang berpegang teguh pada pengharapan, menurut kesaksian Ibrani 10:19-39? Jelaskan pendapat saudara!
2. Jelaskan ciri-ciri dan perbuatan orang yang berpegang teguh pada pengharapan!
NAS P E MBIMBING : Efesus 4:15
POKOK-POKOK DOA:
Hiduplah dan tetap terus mengerjakan pekerjaan Tuhan sambil berpegang teguh pada pengharapan dalam Yesus. Memampukan dan memberanikan gereja memberitakan dan menyatakan kesaksiannya bagi dunia dan orang percaya.
TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:
HARI MINGGU BENTUK IV
NYANYIAN YANG DIUSULKAN:
Persiapan: KJ No. 13 Allah Bapa Tuhan
Pembukaan: KJ No. 242 Muliakan Allah Bapa
Pengakuan Dosa: NKB No. 10 Dari Kungkungan Malam Gelap https://www.profitablecpmratenetwork.com/cjg7awakv?key=d7089fc8c4a472af7fcbef8089abf152 ADVERTISEMENT
Berita Pengampunan: NKB No. 189 Pegang Tanganku
Sesudah Pembacaan Alkitab: NKB No. 129 Indah Mulia, Bahagia Penuh
Persembahan: NKB No. 128 ‘Ku Berserah Kepada Allahku
Penutup: NNBT No. 28 Ya Tuhan Tolong Aku
ATRIBUT:
Warna dasar putih dengan simbol lilin dan palungan.