TEMA BULANAN : “Rumah Allah Inspirasi Perubahan”

TEMA MINGGUAN : “Keutamaan Kristus Dalam Gereja yang Sejati”

BACAAN ALKITAB: Kolose 1:15-23

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Pengalaman hidup orang percaya dalam interaksi dengan sesama ciptaan Tuhan sangat berpengaruh pada kualitas iman orang percaya itu sendiri. Ada pengaruh yang berdampak positif tetapi juga negatif. Dampak negatif yang muncul dalam kehidupan bergereja adalah melunturnya semangat beribadah yang sudah diatur oleh gereja. Bahkan ada warga gereja yang sering mengikuti dan mengutamakan ibadah kelompok tertentu di luar GMIM. Memang setiap gereja mempunyai ajaran dan aturan tersendiri termasuk GMIM. GMIM adalah gereja yang sejati dengan meng-utamakan Kristus yang adalah Kepala gereja. Gereja sering dilemahkan oleh orang-orang yang belum memahami gereja yang sejati sehingga ada anggota jemaat terdaftar di GMIM namun masih mengaktifkan diri di persekutuan doa atau ibadah di luar GMIM. Rasa cinta GMIM harus ditanamkan kepada setiap anggota jemaat karena gereja mengutamakan Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Hal-hal yang sering melemahan program pelayanan gereja karena kurang memahami tugas dan panggilan gereja yang sejati. Gereja dibentuk dan didirikan oleh Tuhan Allah melalui kuasa Roh Kudus dan jemaat yang diam dan tinggal bersama Kristus yang diutamakan. Masih adanya anggota jemaat yang belum mendukung sepenuhnya program pelayanan gereja termasuk memberi persembahan untuk menunjang pekerjaan Tuhan dalam kehidupan berjemaat. Begitu juga dalam sidang dan rapat hendaknya mengutamakan Kristus dalam membicara-kan program pelayanan gereja bukan mengutamakan pendapat pribadi. Pelayan khusus atau setiap orang percaya harus terus menanamkan pemahaman kepada warga gereja bahwa Yesus Kristus harus menjadi yang utama dalam setiap persekutuan gereja sehingga gereja dapat menjadi Rumah Allah inspirasi perubahan yang lebih baik. Karena itu tema minggu ini adalah “ Keutamaan Kristus dalam Gereja Yang Sejati ”. https://www.profitablecpmratenetwork.com/cjg7awakv?key=d7089fc8c4a472af7fcbef8089abf152 ADVERTISEMENT

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Paulus menyebut namanya secara langsung sebagai penulis kitab Kolose . “Salam dari padaku Paulus, salam ini kutulis dengan tanganku sendiri”. Alamat surat ini adalah “orang percaya dalam Kristus di Kolose”. (Kol 1:1-2). Walaupun Paulus belum pernah berkunjung ataupun melayani di Kolose bahkan kota Laudikia dan Hieropolis yang letaknya sangat berdekatan dengan kota Kolose (Kol. 4:13). Paulus menyebut Epafras sebagai kawan dalam pelayanan yang telah berjuang supaya jemaat Tuhan berdiri teguh (Kol 4:12). Paulus menyebut Epafras yang adalah penduduk Kolose dianggap pembentuk jemaat di Kolose (Kol. 1:7,8;4:12). Paulus menjelaskan keadaan yang timbul dalam kehidupan Jemaat di Kolose, terutama yang melemahkan iman jemaat dengan ajaran-ajaran sesat. Adanya pengajar-pengajar palsu yang aktif dalam lingkungan jemaat Kolose terutama aliran qnostik yang menganggap Yesus hanya dipandang sebagai tokoh yang lebih tinggi dari manusia namun bukan Allah dan tidak sebagai perantara yang menghubungkan manusia dengan Allah. Kolose 2:8 “Hati-hatilah supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun temurun dan roh-roh dunia tetapi tidak menurut Kristus”. Sehingga Paulus menjawab dengan menghubungkan secara erat karya dan perbuatan Allah Bapa dengan Kristus sebagai Penebus untuk mengampuni dosa. (band Kol 1:13-14).

Keutamaan Kristus dihubungkan dengan gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung lebih utama dari segala yang diciptakan.(ay 15). Yesus adalah wujud kelihatan dari Allah yang tidak kelihatan. Yesus adalah gambar Allah karena keberadaan ciptaan bergantung sepenuh pada-Nya. Yesus sebagai gambar Allah adalah pelaku penciptaan. Dia yang sulung merupakan ahli waris dari semua ciptaan. Keutamaan Kristus tertulis juga dalam Yoh 1:1,3 “Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi. Hal ini dimaksudkan bahwa Yesus Kristus yang utama, berkuasa atas ciptaan bahkan semua harus takluk kepada-Nya. Segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Bahkan sebelum dunia diciptakan, Dia sudah ada terlebih dahulu dari segala sesuatu. Kol 1:15-17.

Paulus juga menekankan tentang keutamaan Kristus dalam hubungan-Nya dengan “jemaat” yang digambarkan bahwa Yesus yang sulung dan pertama bangkit dari antara orang mati dengan tubuh rohani dan abadi (1 Kor 15:20). Pada hari kebangkitan-Nya, Kristus menjadi Kepala Gereja yang sejati. Paulus harus memberi keyakinan kepada jemaat Tuhan bahwa Yesus Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, dan Ia telah dikuburkan dan telah bangkit pada hari yang ketiga. Keutamaan Kristus yang telah memperdamaikan baik di sorga maupun di bumi melalui darah salib Kristus, Ayat 18-20. Keilahian dan kemanusian Kristus inilah yang menjamin kesempurnaan karya pendamaian-Nya. Hal ini mengoreksi tentang bentuk perdamaian dalam Perjanjian Lama bahwa para imam mengambil seekor hewan dan memercikkan darah hewan itu pada kotak perdamaian untuk menghapus dosa-dosa. (Im.16:16).

Paulus memberi penjelasan bahwa keutamaan Kristus harus nampak dari cara hidup yang dahulu hidupnya jauh dari Allah bahkan memusuhi-Nya dalam hati, pikiran dan perbuatan jahat mereka yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Tindakan yang memusuhi Tuhan ini hanya dapat diperdamaikan di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya. Kematian Kristus di kayu salib merupakan puncak pendamaian yang sempuna bagi dosa manusia sehingga jemaat ditempatkan sebagai yang kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya. Jemaat Kolose yang sudah didamaikan oleh Kristus maka mereka harus hidup bertekun dalam iman dan tidak mudah diombang-ambingkan oleh rupa-rupa ajaran yang menyesatkan mereka. Jangan mereka digeser dari pengharapan Injil yaitu keutaman Kristus dalam hidup mereka. Keutamaan Kristus yang telah diajarkan dan diberitakan kepada mereka hendaknya sungguh-sungguh dipegang teguh dan iman mereka tidak boleh bergeser sedikipun. Paulus telah menjadi pelayan bukan karena hebatnya ia menginjil tetapi karena sudah terlebih dahulu menerima pendamaian dari Kristus.

Makna dan Implikasi Firman

Keutamaan Kristus dalam gereja yang sejati hendaknya dipahami bahwa gereja bukan milik perorangan tetapi milik Kristus. Gereja yang sejati memberitakan Kristus yang sulung dan yang lebih utama dari segala yang diciptakan. Gereja sebagai satu persekutuan orang-orang percaya hendaknya mengutamakan Kristus dalam kehidupan pelayanannya bukan dengan penonjolan diri seseorang. Keutamaan Kristus dalam gereja yang sejati adalah hubungan yang sangat erat antara Kristus dengan jemaat. Kristus adalah Kepala gereja. Gereja harus memberitakan keselamatan yang sudah dianugerahkan Allah melalui Yesus Kristus yang mati dan bangkit pada hari ketiga. Allah telah lebih dahulu mengasihi gereja-Nya dan seluruh kepenuhan Allah diam dan bersama dengan gereja-Nya. Keutamaan Kristus dalam gereja yang sejati adalah juga mengutamakan praktek perdamaian. Ada anggota jemaat yang sangat sulit untuk berdamai atau saling memaafkan bahkan menyimpan amarah dan benci serta dendam terhadap sesama anggota jemaat. Keutamaan Kristus yang telah memberi jalan untuk saling mengasihi satu dengan yang lain.“Janganlah matahari terbenan, sebelum padam amarahmu” Efesus 4:26b. Namun faktanya sudah berkali-kali matahari terbenam belum ada tanda-tanda untuk saling mengampuni dan memaafkan. Bahkan ada di antara Pelayan Khusus tidak dapat menjadi contoh dan teladan dalam menjalankan kehidupan dan pelayanannya. Keutamaan Kristus dalam gereja yang sejati, juga dipahami gereja ini milik Tuhan yang sering berhadapan dengan musuh-musuh gereja seperti hidup jauh dari Allah dan yang hidup memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran serta perbuatan jahat lainnya. Anggota jemaat seharusnya menyumbangkan pikiran yang membangun jemaat namun sering mempersalahkan Pelayan Khusus dan Badan Pekerja di semua aras. Karena itu sangat dibutuhkan kemampuan para pelayan mencermati permasalahan yang muncul, terutama pemahaman yang benar secara institusi dimana GMIM dalam pelayanannya mulai dari kolom, jemaat, wilayah dan sinode. Keutamaan Kristus dalam gereja memberi arti bahwa jemaat harus hidup kudus, tak bercela dan bercacat serta bertekun dalam iman. Bahkan tidak boleh bergoncang atau bergeser dari pengharapan Injil. Kita harus mencitai Kristus lebih dari hidup, kita juga menghargai dan cinta GMIM. Gereja dipakai Tuhan untuk memberitakan pelayanan, penderitaan, kematian dan kebangkitan Kristus. Kita tidak boleh beralih iman kepercayaan kita kepada Yesus dan tetaplah tekun berdoa, membaca Alkitab dan rajin beribadah.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI :

Apa maksud keutamaan Kristus menurut Kolose 1 :15-23? Apa saja alasan yang membuat iman orang Kristen menjadi lemah bahkan meninggalkan persekutuan? Bagaimana peran gereja dalam pertumbuhan iman jemaat? Berikan contoh-contoh!

POKOK-POKOK DOA:

Agar jemaat mengutamakan Kristus dalam kehidupan setiap hari. Gereja yang sejati harus memberitakan Injil Yesus Kristus. Supaya anggota gereja menjauhi yang jahat Gereja harus bertekun dalam iman dan tidak boleh bergeser dari pengharapan Injil.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:

HARI MINGGU BENTUK II

NYANYIAN YANG DIUSULKAN :

Kemuliaan Bagi Tuhan: Hormat Bagi Allah Bapa Doa Penyembahan: KJ.No. 396 Yesus Segala-galanya Pengakuan Dosa: NNBT. No. 11 Ya Allahku Kami Mengaku Dosa

Janji Anugerah Allah: NKB. No.127 Ya Tuhan Kaulah Penebus Puji-pujian: NNBT. No.19 Allah Besar Agung Nama-Nya ses Pemb Alkitab: NKB. No. 116 Siapa Yang Berpegang

Pengakuan Dosa: KJ.No. 38 T’lah Kutemukan Dasar Kuat Persembahan: NNBT. No. 15 Hai Seluruh Umat Tuhan Doa Penutup Dan/Atau Nyanyian Penutup: NNBT. No.26 Tuhan Yesusku Mutiara Hatiku

ATRIBUT YANG DIGUNAKAN:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.