“Janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”
— Matius 6:34

 

Renungan

Saudara-saudara, pernahkah kita merasa tidak sabar karena ingin semuanya terjadi dengan cepat?

Kita hidup di zaman yang serba cepat. Dulu kalau ingin mendapatkan kabar dari seseorang, kita mungkin harus menunggu lama. Sekarang, cukup dengan WhatsApp atau media sosial, dalam hitungan detik kita bisa mendapatkan informasi.

Teknologi memang membuat hidup kita lebih mudah. Tetapi tanpa sadar, kita juga menjadi terbiasa dengan segala sesuatu yang serba cepat.

Akibatnya, ketika ada sesuatu yang harus kita tunggu, kita mulai gelisah.

Menunggu jawaban.
Menunggu pekerjaan.
Menunggu kesembuhan.
Menunggu kepastian.
Menunggu sesuatu yang kita doakan.

Kadang kita bertanya:

“Tuhan, kapan?”

Di sinilah kita belajar tentang kesabaran.

Yesus berkata dalam Matius 6:34:

> “Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

 

Apa maksudnya?

Yesus tidak mengatakan bahwa kita tidak boleh membuat rencana untuk masa depan. Kita tetap perlu bekerja, merencanakan, dan mempersiapkan diri.

Tetapi jangan sampai kekhawatiran tentang hari esok mengambil sukacita dan damai kita hari ini.

Sering kali tubuh kita berada di hari ini, tetapi pikiran kita sudah berada di hari esok.

Hari ini belum selesai, kita sudah memikirkan masalah besok.

Padahal, besok belum tentu terjadi seperti yang kita pikirkan.

Karena itu, belajar bersabar berarti belajar mengatakan:

“Saya akan melakukan bagian saya hari ini, dan saya percaya Tuhan memegang hari esok.”

Kalau hari ini ada masalah, pikirkan apa yang bisa kita lakukan hari ini.

Kalau hari ini ada berkat, nikmati dan syukuri berkat itu.

Jangan sampai karena terlalu memikirkan sesuatu yang belum terjadi, kita justru gagal menghargai hal baik yang sedang Tuhan berikan sekarang.

Saudara-saudara,

Kesabaran bukan berarti kita hanya diam dan tidak melakukan apa-apa.

Sabar berarti tetap melakukan yang benar sambil menunggu waktu Tuhan.

Kita bekerja, Tuhan yang membuka jalan.
Kita berdoa, Tuhan yang menentukan waktunya.
Kita berusaha, Tuhan yang memegang hasilnya.

Mungkin hari ini kita sedang menunggu sesuatu yang belum mendapatkan jawaban.

Jangan menyerah.

Tetap percaya. Tetap berdoa. Tetap lakukan bagian kita.

Dan jangan biarkan kekhawatiran tentang masa depan mencuri sukacita hari ini.

Mari belajar menikmati hari yang Tuhan berikan.

Syukuri hari ini. Jalani hari ini. Percayakan hari esok kepada Tuhan.

Penutup

> “Hargai hari ini dan nikmati saat ini, sehingga kita bisa bersyukur.”

 

Sebab kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok, tetapi kita tahu satu hal:

Tuhan yang memegang hari esok adalah Tuhan yang sama yang menyertai kita hari ini.

Amin.