Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Apakah yang akan kita lakukan sebagai respon atas kebaikan dan kasih Tuhan Allah dalam hidup? Setiap orang, memiliki cara dalam merespon setiap kebaikan-Nya. Bangsa Israel, yang dalam konteks ini dapat merasakan perbuatan dan anugerah Tuhan Allah yang sungguh luar biasa dalam perjalanan saat mereka bisa selamat dari bangsa Mesir. Di tengah rasa takut yang karena bangsa Mesir yang mengejar mereka, mujizat Tuhan Allah dinyatakan. Keselamatan yang mereka peroleh berasal dari Tuhan Allah yang mereka sembah, sehingga sudah sepatutnya bangsa Israel memuliakan-Nya. Nyanyian, menjadi cara yang digunakan untuk memuji Tuhan Allah. Mereka menyanyi untuk menghormati-Nya. Bersyukur dan mengucapkan iman mereka bahwa Tuhan Allah adalah sumber kekuatan dan kemenangan. Nyanyian dan syukur yang mereka membuktikan bahwa tanpa pertolongan Tuhan Allah, mereka pasti dihancurkan oleh tentara Mesir. Sehingga nyanyian mereka penuh dengan ungkapan tentang kebesaran Tuhan Allah yang melimpah dalam kehidupan bangsa Israel. Dan Miryam yang merupakan saudara Harun memimpin pujian setelah penyeberangan Laut Merah. Ia memimpin nyanyian pujian bersama wanita-wanita Israel kepada Tuhan Allah atas pembebasan dari Mesir. Keberanian dan kepemimpinan Miryam dalam pujian menonjolkan peran spiritualnya.

Jemaat yang dikasihi Tuhan ,

Banyak hal yang kita saksikan tentang kuasa Tuhan Allah yang luar biasa dalam hidup kita. Inilah alasan pujian kita tertuju pada-Nya, sebab Ia bertakhtah dan memegang kendali dalam setiap perjalanan hidup ini. Karena itu, kita sepatutnya dengan nyanyian memuji dan memuliakan DIA. Nyanyian dapat diungkapkan dengan suara oleh siapa saja yang adalah anugerah-Nya. Tubuh yang adalah ciptaan Tuhan Allah, haruslah kita gunakan juga untuk memuliakan DIA. “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” (Roma 12:1)

Dalam hidup sebagai orang percaya, nyanyian sangat penting dalam Ibadah dan telah menjadi bagian hidup dari orang percaya. Nyanyian sering kita sampaikan baik secara pribadi, maupun secara bersama dalam persekutuan ibadah. Miryam adalah seorang nabiah yang mau memberi diri dalam melayani Tuhan Allah untuk menggerakkan perempuan-perempuan untuk bernyanyi dan menari memuji-Nya. Dia mau memikul tanggung jawab sebagai seorang pemimpin, juga perbuatan dan perkataan-Nya memberitakan kebesaran Tuhan Allah. Miryam mewartakan dengan menyanyikan kuasa dan kesetiaan Tuhan Allah. Ia menulis syair lagu kemenangan menyadarkan bangsa Israel, bahwa bukanlah pasukan manusia, melainkan Tuhan Allah Semesta Alam. Miryam memimpin para wanita dalam nyanyian pujian “Nyanyian Laut” penuh sukacita. Ini merupakan bukti perannya dan kemampuannya sebagai seorang nabiah untuk menginspirasi serta membangkitkan semangat masyarakat. Dengan rebana di tangannya, ia memimpin para wanita menari, merayakan pembebasan dari Tuhan Allah. Momen ini tidak hanya menyoroti kepemimpinannya, tetapi juga iman dan kepercayaannya yang mendalam pada rencana Tuhan Allah.

Hal ini menjadi motivasi bagi kita dalam perayaan Hari Persatuan Wanita Kaum Ibu Sinode GMIM, bahwa selain nyanyian, rebana dan tarian, sosok perempuan juga memiliki peran penting dan sangat pantas untuk memberikan diri dalam pujian kepada Tuhan Allah. Bahkan, ini menggambarkan bahwa perempuan atau wanita memiliki tempat untuk dapat memimpin dan dapat memberikan pengaruh yang baik terhadap orang-orang di sekitarnya. Dalam persekutuan Gereja kita saksikan banyak perempuan sebagai pelayanan gereja, sehingga kehadiran perempuan sangat bermakna dan menjadi pernyataan iman akan kebesaran kuasa Tuhan Allah. Persekutan Wanita Kaum Ibu Sinode GMIM juga menjadi alat yang saling menopang menggerakkan iman bersama untuk terus memuliakan Tuhan Allah. https://www.profitablecpmratenetwork.com/cjg7awakv?key=d7089fc8c4a472af7fcbef8089abf152 ADVERTISEMENT

Jemaat yang dikasihi Tuhan ,

Nyanyian yang disampaikan Miryam adalah panggilan dan sebagai undangan untuk menyembah Tuhan Allah yang berdaulat sebagai penyelamat Israel. Hanya Tuhan Allah yang layak menerima segala pujian. Tuhan Allah sebagai tujuan pujian adalah bukti bahwa tiada satupun yang dapat menandingi-Nya. Di samping itu, isi nyanyian Miryam menyatakan bahwa selalu ada harapan dalam setiap keadaan sulit, sebab gambaran kuda dan penunggangnya yang dilemparkan ke dalam laut melambangkan kekalahan telak dan ajaib orang Mesir yang mengejar orang Israel. Tindakan pembebasan ini merupakan bukti perlindungan dan kesetiaan Tuhan Allah kepada umat perjanjian-Nya. Penyertaan Tuhan Allah terus dinyatakan bagi bangsa Israel, hal inipun hendak menyatakan bahwa kita juga sebagai umat yang dikasihi-Nya akan terus disertai oleh-Nya. Untuk itu, dalam setiap situasi yang kita hadapi dan alami, percayalah Tuhan Allah selalu setia baik hal yang kecil, maupun besar, kuasa-Nya terus dinyatakan dalam hidup kita. Ia tidak memandang status, siapapun kita ketika mau memberikan hidup kepada Tuhan Allah dan setia pada panggilan-Nya serta hidup sesuai kehendak-Nya, maka yakinlah, kebesaran kuasa-Nya akan menjadi bagian kita. Perhatikan dan ingatlah karya Tuhan Allah dalam hidup kita dan teruslah merespon kebaikan-Nya dengan nyanyian pujian dan rasa syukur kepada-Nya, Sebab Ia tinggi luhur. Yesus Kristus memberkati. Amin

Tags: Menyanyilah Bagi Tuhan Sebab Ia Tinggi Luhur