ALASAN PEMILIHAN TEMA

Kita berada di tengah dunia yang seringkali mempertentangkan antara iman dan tanggung jawab sosial. Sebagai orang percaya, kita hidup dalam dua realitas sekaligus: sebagai warga negara dan sebagai warga Kerajaan Allah. Di tengah konteks ini, kita diajak untuk menjadi warga negara yang taat dan bertanggung jawab termasuk membayar pajak. Kita juga diajarkan untuk tidak mudah terprovokasi atau dimanipulasi secara politis atau sosial. Iman kristen tidak anti pemerintah, tetapi mendorong hidup yang taat hukum selama tidak bertentangan dengan kehendak Tuhan Allah. Dan kita juga diingatkan untuk tetap memprioritaskan ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan Allah yang memiliki otoritas tertinggi atas hidup kita. Injil Matius 22:15-22 menjadi perenungan firman Tuhan di minggu ini, dengan tema: “ Berikanlah Apa yang Wajib Kamu Berikan kepada Kaisar dan kepada Allah”.

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab ( Eksegese )

Matius 22:15-22 dimulai dengan kata “kemudian”(ayat 15). Ini merupakan tanda kelanjutan dari cerita sebelumnya, ketika Yesus Kristus menegur para tokoh Yahudi dengan tiga buah perumpamaan berturut-turut. Teguran itu bukannya membuat mereka bertobat, tetapi justru sebaliknya, menimbulkan kemarahan dan kebencian terhadap Yesus Kristus (21:45-46). Marah karena ditegur, orang-orang Farisi ini pergi meninggalkan Yesus Kristus untuk membuat rencana atau berunding (Yun. sumboulion artinya to consul, purpose ) atau “berkumpul mengadakan rapat.” Karena rencana itu untuk menjerat seseorang maka dapat dikatakan mereka “membuat persekongkolan”. Mereka bersekongkol untuk menjerat Yesus Kristus. Menjerat adalah terjemahan dari kata Yunani pagideusosin. Kata ini dapat juga diterjemahkan “memasang perangkap” atau “menjebak”. Mereka berusaha menanyai Yesus Kristus tentang hal-hal yang dapat membuat Ia memberikan jawaban yang memberatkan diri-Nya.

Orang-orang Farisi menyuruh murid-murid mereka bersama orang-orang Herodian bertanya kepada Yesus.( ayat 16). Sebetulnya, orang Farisi bermusuhan dengan kelompok Herodian, karena kelompok ini pro Herodes, juga bekerja sama dengan pemerintah Romawi dan mendukung pajak yang ditentang orang Farisi. Tetapi demi menjatuhkan Yesus Kristus, mereka harus bersatu (bdk. Mark 3:6). Apa yang dilakukan orang Farisi ini menunjukkan betapa busuknya hati mereka. Mereka kemudian memutuskan menjerat Yesus Kristus dengan sebuah pertanyaan. New International Version (NIV) menerjemahkan ‘to trap him in his words’ , menjebak-Nya dalam kata-kata-Nya. Artinya, ketika menjawab pertanyaan mereka, Yesus Kristus akan jatuh dengan sendirinya.

Para tokoh Farisi mengutus murid-murid untuk bertanya pada Yesus dengan mengajak orang-orang Herodian karena para tokoh/pemimpin Farisi mengganggap diri paling tahu hukum Yahudi dan merasa terhina jika harus mengajukan pertanyaan kepada Yesus Kristus.

Aksi mereka dimulai dengan pujian kepada Yesus Kristus . Ia disebut sebagai guru yang jujur (Yun. alethes), juga berarti benar, memiliki integritas. NIV menerjemahkannya ‘a man of integrity’. Yesus Kristus dikatakan guru yang baik dan memiliki integritas. Ia tidak membelokkan arti dari firman Tuhan baik demi keuntungan pribadi, maupun karena sungkan, takut, atau malu. Yesus Kristus juga dikatakan tidak takut kepada manusia, tidak berusaha menyenangkan manusia dan tidak membeda-bedakan. Pengakuan dan pujian mereka tentang-Nya adalah tepat dan benar tetapi hanya sebatas guru yang baik dan mengabaikan bahwa Ia sebenarnya adalah guru dan Tuhan (band. Yoh 13:13). Mereka tidak tulus dan membenci Yesus Kristus.

Setelah memuji, mereka bertanya kepada-Nya, “ Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada kaisar atau tidak? ” (ayat 17). Ini pertanyaan dilematis. Bila Ia menjawab tidak boleh membayar, maka orang Herodian pasti marah dan melaporkan-Nya kepada tentara Romawi agar ditangkap. Sebaliknya, jika Ia menjawab, boleh, maka kalangan Yahudi akan menganggap Yesus Kristus sebagai pengkhianat pro pemerintah Romawi. Bagi orang Yahudi, pemerintah Romawi bukanlah pemerintahan yang sah. William Barclay mengatakan bahwa bagi orang Yahudi, Tuhan Allah adalah satu-satunya Raja (Teokrasi). Membayar pajak pada seorang raja dunia sama saja menghina Tuhan Allah.

Yesus Kristus tahu kejahatan hati mereka, lalu mengecam dengan keras dan berkata, “ Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?” (ayat 18). Kata munafik dalam ayat ini adalah terjemahan dari bahasa Yunani hypokrites artinya orang yang berpura-pura, Kata ini mengandung arti tidak jujur atau palsu. Munafik dalam konteks ini merujuk pada sifat orang yang bertindak tidak jujur atau tidak tulus dalam niat mereka. Orang yang berpura-pura baik padahal sesungguhnya sangat jahat. Mereka datang kepada Yesus Kristus dengan sifat pura-pura baik, pura-pura hormat, tetapi sebenarnya tujuan mereka adalah menjebak dan mencelakakan-Nya.

Yesus Kristus meminta mata uang yang mereka gunakan untuk membayar pajak (ayat 19) . Mereka memberikan kepada-Nya satu dinar (bdk Markus 12:15). “Gambar dan tulisan siapakah ini?” tanya Yesus Kristus. “ Gambar dan tulisan kaisar ,” jawab mereka (ayat 20). Mengenai uang ini, teks mengidentifikasi koin tersebut adalah (d ē narion) yaitu koin Romawi dengan gambar kepala kaisar Tiberius. Koin ini disebut uang pajak. Di satu sisi ada tulisan “Tiberius Caesar Augustus, Putra Ilahi Augustus” dan sisi sebelahnya bergambar Dewi Livia (dewi perdamaian) memegang tongkat kerajaan dan daun palma lambang perdamaian dengan tulisan “imam agung”. Imam agung merupakan gelar kaisar yang diakui sebagai dewa.

Di luar dugaan, Yesus Kristus menjawab, “ berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah ” (ayat 21). Berikanlah (Yun. apodote artinya give, pay back, return ) memiliki makna mengembalikan apa yang seharusnya ke pemiliknya. Pajak kepada pemerintah, sedangkan hidup serta kepemilikan kita kepada Tuhan Allah, sebab kita adalah milik-Nya yang diciptakan sesuai gambar-Nya (Imago Dei. lih. Kej 1:27). Yesus Kristus tidak hanya mengijinkan mereka membayar pajak tetapi mengharuskannya. Yesus Kristus menunjukkan ada tanggung jawab setiap orang terhadap Tuhan Allah dan negara. Tanggungjawab menjadi umat Allah dan warga negara yang baik. https://www.profitablecpmratenetwork.com/cjg7awakv?key=d7089fc8c4a472af7fcbef8089abf152 ADVERTISEMENT

Jawaban Yesus Kristus membuat mereka heran (ayat 22). Apa yang disampaikan-Nya melampaui pikiran mereka. Ia menyatakan diri-Nya sebagai Tuhan dan sumber hikmat, sekaligus mengeritik dan memberikan pengajaran tentang bagaimana umat Allah berperilaku sebagai warga negara yang baik.

MAKNA DAN IMPLIKASI FIRMAN

Membayar pajak adalah tindakan iman yang wajib dilakukan orang percaya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ini adalah perintah Yesus Kristus . (band. Matius 17:24-27).

Jangan membuat persepakatan jahat untuk menjatuhkan orang lain yang tidak berdosa .

Orang Kristen jangan “lain di mulut lain dihati”. Mulut dan lidah digunakan memuji Tuhan, namun hati begitu jauh dari Tuhan.

Orang percaya tidak boleh bertentangan dengan hukum negara, melainkan harus patuh. Bersikap sopan dan tidak menghina, mencela, menghujat, berkata kasar, memaki, bahkan dilarang untuk mengutuk pemerintah, sekalipun dalam pikiran (bdk. Pengk 10:20, Kel 22:28).

Ketaatan kepada Tuhan Allah harus melebihi segala sesuatu. Kita tidak boleh memberikan kepada kaisar apa yang menjadi hak dari Tuhan Allah (contoh: penyembahan). Kita harus lebih taat kepada Tuhan Allah dari pada kepada manusia (bdk. Kis 5:29), Sebab semua yang ada adalah milik-Nya.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

Apa yang kamu pahami dari perkataan Yesus Kristus tentang memberikan apa yang wajib diberikan kepada kaisar dan kepada Tuhan Allah ?

Mengapa Yesus Kristus mengatakan: Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib diberikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib diberikan kepada Allah ?

Bagaimana sikap gereja terhadap pemerintah dan para pemimpin bangsa?

POKOK-POKOK DOA

Mendoakan agar jemaat bertanggung jawab selaku warga negara, taat hukum selama tidak bertentangan dengan kehendak Allah, termasuk membayar pajak.

Mendoakan bangsa dan negara, bersama pemerintah yang ada.

Memohonkan agar warga GMIM mampu menghormati dan taat kepada pemerintah dan pemimpin bangsa sebagai wujud ketaatan kepada Tuhan Allah

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN HARI MINGGU BENTUK II

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Kemuliaan Bagi Allah: NKB No.1 ”Hai Kristen Nyanyilah”

Doa Penyembahan:KJ. No.64 “Bila Kulihat Bintang Gemerlapan”

Pengakuan Dosa & Janji Anugerah Allah: KJ No. 344 “Ingat Akan Nama Yesus”

Puji-pujian: PKJ No.14, “Kunyanyikan Kasih Setia Tuhan”

Pembacaan Alkitab: PKJ No. 52 Ajari Kami Umat-Mu

Persembahan: NNBT No. 15 “Hai Seluruh Umat Tuhan”

Nyanyian Penutup : PKJ No. 176 ”Tuhan Memberikan Kita Tanah Air

ATRIBUT YANG DIGUNAKAN Warna Dasar Hijau dengan simbol Salib dan Perahu di atas Gelombang.

Tags: “Berikanlah Apa yang Wajib Kamu Berikan kepada Kaisar dan Kepada Allah” gmim Matius 22:15-22 MTPJ