ALASAN PEMILIHAN TEMA

Di zaman teknologi yang semakin maju di mana moralitas dan etika manusia cenderung merosot, tindakan-tindakan amoral dan kriminalitas semakin meningkat. Terjadi persaingan dalam berbagai bidang usaha, pekerjaan, jabatan, gaya hidup, dan status sosial. Menyikapi hal ini diperlukan tidak hanya kecerdasan intelektual tetapi juga kecerdasan spiritual yang berhubungan dengan pengendalian diri atau penguasaan diri. Orang yang dikuasasi oleh Roh Allah akan mampu mengekspresikan perbuatan-perbuatan baik yang mendatangkan sukacita dan berkat. Hal ini menandai sebagai anak-anak Allah. Bahkan orang yang hidupnya dikuasai oleh Roh Allah akan memiliki kepekaan dan kepedulian bagi orang lain. Sebagai anak Allah kita harus memberi diri dipimpin oleh Roh Allah agar roh kedagingan tidak menguasai diri kita. Oleh karena itu perenungan minggu ini akan dituntun oleh tema “Semua Orang yang Dipimpin Roh Allah Adalah Anak Allah.”

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab ( Eksegese )

Di zaman Perjanjian Baru, kota Roma menjadi pusat politik dan administratif bahkan pusat keagamaan. Sebagai negara raksasa Roma memiliki jalan raya yang membentang luas, menjadi pusat transportasi sehingga banyak yang melintas di wilayah itu, karena itu lahirlah istilah “banyak jalan menuju Roma”. Tidak heran jika akses masuknya Injil di Roma begitu mudah dan cepat. Surat Roma ditulis oleh Paulus ketika ia berada di Korintus, yang menjadi jurutulis adalah Tertius. Asal usul jemaat di Roma tidak diketahui secara pasti, namun kemungkinan dibawa oleh orang Kristen Yahudi dari Yerusalem segera setelah hari Pentakosta. Alasan Paulus menulis surat ke Roma adalah untuk mengklarifikasi dan membela ajaran-ajarannya serta menyelesaikan beberapa permasalahan yang membuat adanya ketegangan antara orang Kristen Yahudi dan non Yahudi.

Perikop Roma 8:1-17, diawali dengan pernyataan Paulus, bahwa “sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.” Karena mereka yang ada di dalam Yesus Kristus, hidup dalam Roh Allah. Hal ini menunjuk pada Roh Kudus yang bekerja dalam hati orang percaya, yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan Allah. Roh Kudus memerdekakan hidup orang percaya dari hukum dosa dan maut. “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 6:23). Sebab mereka telah menerima karya pembenaran Tuhan Allah yang menghapus dosa manusia melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib dan ini adalah kasih karunia-Nya. Kuasa Roh Kudus mampu mengubahkan keadaan yang menyedihkan karena kuasa dosa yang mengikat dan memperbudak orang, kepada kekuatan baru serta kuasa untuk melawan dosa (ayat 1-2). Hukum dosa dan maut berhubungan dengan hukum Taurat.

Ayat 3-4, hukum Taurat hanya kaidah lahiriah yang tidak menyelamatkan, tetapi Yesus Kristus yang menghancurkan “daging” dalam diri-Nya melalui kematian-Nya supaya manusia memperoleh keselamatan. Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya, sehingga dapat hidup dalam kebenaran.

Ayat 5-8 : Paulus memberi penjelasan tentang manusia yang hidup menurut daging dan hidup menurut Roh. Daging dalam bahasa Yunani sarx dipakai untuk menyatakan keadaan manusia sebagai mahkluk lemah dan berdosa; yaitu mereka yang hidup menurut daging memikirkan hal-hal yang dari daging. Yang dimaksud dengan daging dalam ayat-ayat ini ialah manusia biasa, “manusia yang dikuasai oleh keinginan tubuhnya.” Memikirkan dalam bahasa Yunani phroneo artinya memikirkan, berpikir, mempunyai pendirian, berpegang, sehati sepikir. Jadi mereka yang hidup menurut daging adalah mereka terus menerus memikirkan atau tetap memusatkan perhatian pada keinginan yang berkaitan dengan hal-hal rendah atau keinginan duniawi yang jahat. Hidup dalam tabiat kedagingan adalah mengingini, menyenangi, memperhatikan dan memuaskan keinginan tabiat manusia berdosa yang meliputi kedursilaan, seksual, perzinahan, kebencian, kepentingan diri sendiri, kemarahan, percabulan dan pornografi. Sedangkan hidup menurut Roh adalah tunduk kepada pimpinan dan kemampuan Roh Kudus dan memusatkan pikiran pada hal-hal benar yang berasal dari Allah. Hidup dalam Roh Kudus akan mendatangkan damai sejahtera, sedangkan hidup menurut daging mendatangkan kebinasaan karena hidup berseteru dengan Tuhan Allah.

Ayat 9-11. Semua orang percaya sejak menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat maka Roh Kudus berdiam dalam diri mereka. Karena dosa telah merasuki apsek jasmaniah dalam tubuh, maka tubuh harus mengalami kematian, tetapi karena Yesus Kristus ada di dalam manusia, maka ia mengalami hidup di dalam Roh. “Milik Kristus” berarti Roh Allah berdiam dan bertahkta di dalam diri manusia. “Kebangkitan tubuh” menunjuk pada suatu tubuh yang tidak dapat binasa, yang diubah menjadi tubuh surgawi yang di sesuaikan dengan langit dan bumi yang baru.

Ayat 12-13. Menjelaskan bahwa karena kuasa kebangkitan Yesus Kristus disediakan bagi orang percaya melalui Roh Allah yang diam di dalam dirinya, maka ia tidak berhutang lagi kepada daging. “Berhutang” artinya berhutang budi atau berkewajiban. Setiap hutang harus dibayar karena itu adalah sebuah kewajiban. Tetapi kerena Yesus Kristus telah membebaskan kita melalui kematian dan kebangkitan-Nya maka hutang kita telah lunas dibayar. Melalui Roh Allah kita mengenal Yesus Kristus dan kuasa kebangkitan-Nya sehingga kita bebas dari hutang dosa. Orang beriman harus senantiasa memusatkan diri pada tabiat ilahi (kehendak Tuhan Allah) supaya tidak dikuasai lagi oleh dosa.

Ayat 14. Paulus memberikan penegasan bahwa jika seorang terus menerus mematikan perbuatan buruk maka dia dipimpin oleh Roh Kudus sehingga disebut anak Allah. Roh Kudus berdiam dalam diri anak Allah supaya dapat berpikir, berbicara dan bertindak sesuai dengan Firman Allah. Orang yang dipimpin oleh Roh Kudus dimerdekakan dari belenggu dosa sehingga disebut sebagai anak-anak Allah.

Ayat 15-16. “roh perbudakan” adalah suasana hubungan manusia dengan Tuhan Allah di bawah hukum Taurat. Roh perbudakan di sini adalah roh yang dimiliki oleh orang-orang yang harus menuruti semua perintah dalam Hukum Taurat. Sebab kalau tidak menuruti satu perintah dalam Hukum Taurat, pasti tidak menerima berkat namun menerima kutuk dan itulah yang membuat mereka takut. Namun hidup sebagai anak Allah menerima kasih karunia Yesus Kristus sehingga dapat berseru “Ya Abba, Ya Bapa” artinya kita bukan hidup lagi sebagai budak tetapi sebagai anak-anak Allah. https://www.profitablecpmratenetwork.com/cjg7awakv?key=d7089fc8c4a472af7fcbef8089abf152 ADVERTISEMENT

Ayat 17: sebagai anak Allah yang dipimpin oleh Roh Allah kita adalah ahli waris yang berhak menerima janji Tuhan Allah. “Ahli waris” artinya orang yang mewarisi dan berhak atas harta warisan. “Ahli waris Allah” adalah orang-orang yang akan menerima berkat yang disediakan oleh Tuhan Allah kepada umat-Nya. Orang yang percaya kepada Yesus Kristus memperoleh warisan yakni akan masuk Kerajaan Allah. Kalau menderita dengan Yesus Kristus maka memperoleh warisan ganda yaitu menjadi ahli waris dengan-Nya dan akan menjadi warga Kerajaan Allah bersama-sama dengan Yesus Kristus.

MAKNA DAN IMPLIKASI FIRMAN

Hidup dalam kedagingan bertentangan dengan kehendak Tuhan Allah akan berakibat maut dan kebinasaan. Orang-orang percaya patut menjauhi percabulan, seks bebas, kebencian, kepentingan diri sendiri, kekerasan, kesombongan dan segala macam hal keduniawian.

Hidup dalam tuntunan Roh Kudus adalah pilihan yang akan membawa orang percaya pada kehidupan yang baru, melalui proses pertobatan. Karena itu kita harus selalu berjuang melawan dosa dan mematikan keinginan-keinginan daging agar perilaku hidup hanya fokus kepada menyenangkan Tuhan Allah.

Sebagai ahli waris janji Tuhan Allah, orang beriman mempraktikkan hidup yang mencerminkan buah-buah Roh Kudus yaitu, “Kasih, Sukacita, Damai Sejahtera, Kesabaran, Kemurahan, Kebaikan, Kesetiaan, Kelemahlembutan, dan Penguasaan Diri. ” (Galatia 5 :22-23a).

Sebagai anak-anak Allah, kita diberi hak menyebut Tuhan Allah sebagai Bapa, dengan demikian kita dapat berseru kepada Bapa menyampaikan permohonan kita tanpa rasa takut.

Kehidupan dalam Roh Kudus, mengharuskan kita untuk bersedia memikul salib Yesus Kristus dalam kehidupan kerja pelayanan, pribadi, keluarga, persekutuan jemaat dan masyarakat.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

Apa yang saudara pahami tentang “Semua Orang Yang Dipimpin Roh Allah Adalah Anak Allah” menurut Roma 8:1-17?

Mengapa Paulus mempertentangkan hidup menurut daging dan hidup menurut Roh?

Bagaimana gereja (orang beriman) mengekspresikan hidup yang dikuasai oleh Roh Kudus?

NAS PEMBIMBING: Galatia 8:25

POKOK-POKOK DOA :

Agar Jemaat senantiasa dikuasai oleh Roh Kudus supaya tidak hidup dalam dosa lagi dan mampu melawan setiap godaan.

Agar Jemaat mengalami pertobatan sehingga akan mencerminkan hidup sebagai anak-anak Allah.

Agar Jemaat hidup oleh tuntunan Roh Kudus supaya mengalami pertumbuhan Rohani sehingga akan berakar, bertumbuh, dan berbuah di dalam Yesus Kristus.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI RAYA PENTAKOSTA I

NYANYIAN YANG DIUSULKAN

Persiapan: PKJ. No, 2 “Mulia, Mulia NamaNya”

Ses Nas Pembimbing: “Roh Kudus Kau Hadir Disini”

Pengakuan Dosa: “Peganglah Tanganku Roh Kudus”

Pemberitaan Anugerah Allah: “KJ No. 237 “Roh Kudus, Tetap Teguh”

Ajakan Hidup Menurut Roh : KJ No. 240 a “Datanglah Ya Sumber Rahmat”

Persembahan : “PKJ. No. 216 “Berlimpah Sukacita Di Hatiku”

Penutup: “NKB 100 “Rindukah Engkau Mendapat Berkat

Tuhan”

ATRIBUT Warna Dasar Merah dengan Simbol Salib dan Lidah api

Tags: “Semua Orang Yang Dipimpin Roh Allah adalah Anak Allah” gmim Khotbah GMIM MTPJ Renungan GMIM Roma 8:1-17