ALASAN PEMILIHAN TEMA Sesuai kalender gerejawi, saat ini kita berada pada perayaan minggu Advent Pertama. Advent berasal dari kata Latin Aduentus, (bhs. Yunani: Parousia) berarti kedatangan. Ini menunjuk pada pengharapan eskhatologis atas Kedatangan Kristus kembali. Kedatangan Kristus ke dunia ini penggenapan nubuatan para nabi dalam PL, yang diawali dengan peristiwa kelahiran-Nya sampai pada peristiwa kenaikan-Nya ke sorga yang disertai janji kedatangan-Nya kembali ke dalam dunia (Kis 1:11). Kedatangan-Nya kembali ke dunia, bukan lagi dalam rangka penyelamatan, tapi bertindak sebagai Hakim Agung yang akan menghakimi manusia.
Gereja Tuhan dipanggil untuk terus berjaga jaga, karena kedatangan Kristus kembali ke dunia akan terjadi secara “mendadak” atau tidak terduga dan akan disertai dengan tindakan pemurnian hidup manusia dari dosa. Pemurnian menurut KBBI, artinya: Proses atau tindakan memurnikan. “Murni” artinya tidak bercampur dengan unsur lain, tulus, suci, belum mendapat pengaruh luar. Pemurnian di sini berkaitan dengan maksud kedatangan Tuhan kembali untuk menghakimi umat-Nya. Tuhan datang untuk memurnikan kehidupan umat-Nya seperti “api tukang pemurni logam” dan “sabun tukang penatu”. Gambaran tentang maksud kedatangan yang berbarengan dengan penghukuman, bagi yang setia akan diberkati, tapi bagi yang tidak, akan dihukum.
Melalui firman Tuhan ini, diharapkan menjadi refleksi iman bagi gereja Tuhan untuk selalu memurnikan kehidupan pengikut Kristus dalam kehidupan pribadi, keluarga dan pelayanan. Disadari atau tidak, kehidupan kekristenan terkadang berjalan sebatas formalitas beragama. Karena tradisi atau karena lahir dari keluarga Kristen. Rajin beribadah, rajin pelayanan tapi masih berhubungan dengan kuasa kegelapan, hidup dalam perzinahan, bersumpah dusta/palsu. menindas orang lemah. menahan upah buruh, tidak peduli dengan mereka yang lemah. Bertahun tahun menjadi pengikut Tuhan tapi belum bisa meninggalkan sifat, karakter, tabiat lama yang egois, mencari kemuliaan diri, suka mengeluh, bahkan meragukan keadilan Tuhan. Berkaitan dengan hal tersebut diangkat tema perenungan di Minggu Advent I, “Kedatangan untuk Pemurnian “.
PEMBAHASAN TEMATIS Pembahasan Teks Alkitab (Exegese ) Nama Maleakhi hanya sekali muncul dalam Alkitab. Dari kata Ibrani Mal’akhi yang artinya Utusanku (Mal 3:1). Siapa sebenarnya Maleakhi? Tidak diketahui secara jelas. Ia hanya memperkenalkan diri sebaqai “Utusan Allah”. Identitasnya tidak diceritakan. Kitab Maleakhi merupakan Kitab terakhir dan masuk dalam Nabi-Nabi kecil. Setelah Maleakhi, tidak terdengar laqi suara nabi selama 400 tahun. Konteks kehidupan saat itu mengalami kemerosotan moral dan spiritual, nampak dalam sikap perilaku keseharian umat dan kaum Lewi/para imam. Dosa-dosa mereka antara lain: Imam mempersembahkan persembahan yang cemar (1:6-14), penqajaran yang menyimpanq (2:1-9), kawin campur dan perceraian (2:10-16), tidak memberikan persembahan persepuluhan (3:6-12). Berkaitan dengan sihir, zinah, sumpah dusta. menindas oranq upahan, janda, dan anak piatu dan percakapan yang kurang ajar tentang Tuhan (3:5,13-14).
Mal 2:17, berisi teguran Maleakhi terhadap umat yang telah “Menyusahi Tuhan – , (“Menyusahi “Ibr. Yoga: melelahkan, merepotkan) dengan tuduhan keliru yang menganggap bahwa: “Setiap orang yang berbuat jahat adalah baik di mata Tuhan; kepada orang orang yang demikianlah la berkenan. Teguran Nabi itu dibantah umat, dengan berkata: “dengan cara bagaimana kami menyusahi Dia?” Ungkapan ini menggambarkan kehidupan umat yang meragukan keadilan Tuhan dengan menganggap Tuhan tidak peduli dengan umat-Nya. Karena yang jahat tetap nyaman hidupnya, sedangkan mereka yang berbuat baik tetap dalam penderitaan.
Berkaitan dengan itu, ada dua hal yang disampaikan Maleakhi: Pertama, tentang seorang utusan yang mempersiapkan jalan di hadapan-Nya. Ini menunjuk kepada Maleakhi sendiri sebagai pembawa pesan Tuhan saat itu, tapi juga merupakan nubuatan tentang seorang yang akan mendahului Kedatangan Tuhan. Dalam PB nubuatan ini tergenapi dalam diri Yohanes Pembaptis (Mal 3:1, bnd. Mat 11:10-14). Kedua, Maleakhi menyampaikan bahwa: (1) Kedatangan Tuhan yang mendadak. (2) “Tuhan yang kamu cari” dan “Malaikat Perjanjian” yang menunjuk kepada Yesus Kristus sebagai Mesias, dan Juruselamat yang digenapi dalam PB. Ia telah datang dan kelak akan datang kembali sebagai Hakim Agung bagi umat manusia.
Maleakhi 3:2, menggambarkan kedatangan Tuhan yang luar biasa, sehingga siapapun tidak tahan dan tidak dapat berdiri dihadapanNya. Karena berhadapan dengan Tuhan yang Kudus. Sedangkan umat diliputi dengan dosa dan kecemaran. Mal 3:3. berisi gambaran tentang Tuhan yang “duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak” adalah gambaran Tuhan yang duduk menghakimi umat-Nya. Mal 3:4, Tindakan pemurnian diberlakukan pertama-tama kepada orang orang Lewi sebagai pelayan dan pengajar umat, agar mereka mempersembahkan korban yang benar dengan cara yang dikehendaki Tuhan. Dan seiring dengan itu, tindakan pemurnian Tuhan akan membuat umat Yehuda dan Yerusalem sadar dan memberi persembahan yang menyenangkan hati Tuhan. Maleakhi 3:5, berisi gambaran kedatangan Tuhan untuk menghakimi dan menjadi saksi bagi umat Israel yang hidup dalam berbagai macam dosa. Mal 3:15,7 la akan menghukum yang bersalah dan membenarkan orang yang takut akan Tuhan. Mal 4:18, Sehingga akan terlihat perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah dan yang tidak beribadah kepada-Nya.
Makna dan Implikasi Firman
Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan hiduplah selalu dengan pengharapan yang penuh pada kedatangan-Nya kembali. Pengharapan akan membuat kita melakukan segala sesuatu dengan kesungguhan hati, saat melayani, beribadah, memberi persembahan, bekerja, berusaha, belajar dan apapun yang kita lakukan. Lakukanlah segala sesuatu demi kemuliaan nama Tuhan. Kesungguhan akan membuahkan hasil yang maksimal bagi diri sendiri dan orang lain, tetapi juga menjadi ciri khas orang percaya yang hidup menanti-nantikan kedatangan-Nya. Tuhan menghendaki kemurnian hati dan sikap yang tutus dari para pelayan-pelayan-Nya dalam mengerjakan tanggung jawab pelayanan-Nya. Karena di batik pelayanan itu, ada tanggung jawab besar yang dipercayakan Tuhan. Hendaklah panggilan pelayanan itu dilakukan dengan setia, penuh penghormatan sebagai respons atas kepercayaan dan kesempatan yang Tuhan berikan. Kemurnian hati dan sikap tutus menuntun kita pada ketaatan, kesetiaan melayani Tuhan sehingga menjadi berkat bagi keluarga, jemaat, masyarakat yang dilayani dan itu akan menjadi khotbah yang nyata dalam pelayanan sebagai pelayan Tuhan. Jadikanlah ibadah-ibadah kita sebagai perayaan syukur atas anugerah keselamatan yang Tuhan beri dan menjadi kesempatan memurnikan hidup pribadi dan keluarga dari kecemaran dosa. Seperti Tuhan menghendaki pertobatan dari umat Israel, demikian juga Tuhan menghendaki pertobatan dari umat yang dikasihi-Nya. Ibadah Ibadah di masa penantian adalah kesempatan untuk memurnikan diri dan sikap hati supaya berkenan kepada Tuhan. Tuhan akan kembali dan menjadi Hakim bagi umat manusia. Kedatangan-Nya itu tidak diketahui. Oleh sebab itu, jadikan hari-hari penantian ini sebagai kesempatan untuk membenahi kehidupan, agar saat Dia datang kita siap menyambut-Nya. “Karena itu berjaga jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana TuhanMu datang.” (Matius 24:42).
PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:
Apa kita pelajari dari naskah ini tentang ‘Kedatangan Tuhan yang Memurnikan’? Menurut saudara apa yang perlu dimurnikan dalam kehidupan pelayanan gereja di era penantian Kedatangan Tuhan? Bagaimana peran gereja untuk terus menjaga kemurnian hidup umat menjelang Kedatangan Tuhan kembali?
NAS PEMBIMBING: I Tesalonika 3:13
POKOK-POKOK DOA https://www.profitablecpmratenetwork.com/cjg7awakv?key=d7089fc8c4a472af7fcbef8089abf152 ADVERTISEMENT
Mendoakan pemimpin umat agar mampu menyampaikan suara kenabian di tengah kehidupan jemaat dan masyarakat. Kehidupan umat agar supaya tetap menjaga kemurnian hidup ditengah pergumulan dan tantangan yang sedang di hadapi. Agar supaya umat Tuhan tetap kuat menjalani proses kehidupan dengan tetap menjaga iman dan kepercayaan kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat manusia dan dunia di masa penantian kedatangan-Nya.
TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU ADVEN
TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU ADVEN I
NYANYIAN YANG DIUSULKAN:
Persiapan: KJ. No.76. “Kau Yang Lama Dinantikan”
Ses.Nas Pembimbing: KJ. No. 278. “Bila Sangkakala Menggegap”
Ses Hukum Tuhan: KJ. No.402. “Kuperlukan Juruslamat” Pengakuan Dosa: “Jiwaku Terbuka untuk-Mu Tuhan” Berita Anugerah Allah: KJ.No. 85. “Kusongsong Bagaimana” Persembahan: NNBT.No. 9. “Ku Akan Selalu Bersyukur” Penutup: KJ.No. 277. “Tuhanku Seg’ra “Kan Kembali Ke Dunia”
Tags: gmim Kedatangan Untuk Pemurnian