Tema: Benar Yesus Bangkit

Bacaan Alkitab : Yohanes 20 1-10 https://www.profitablecpmratenetwork.com/cjg7awakv?key=d7089fc8c4a472af7fcbef8089abf152 ADVERTISEMENT

Saudara-saudara yang diberkati Tuhan, Kita bersyukur kepada Tuhan Allah dalam Yesus Kristus yang menjadi pusat iman Kristen sehingga hari ini kita merayakan hari Paskah. Berbicara tentang kebangkitaan Kristus sangat menarik dan menyenangkan hati setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Jikalau Yesus Kristus tidak dibangkitkan, sia-sialah iman percaya kita dan kita pun masih hidup di dalam dosa. Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka Injil hanyalah sebagai buku cerita belaka dan Injil tidak diberitakan ke seluruh penjuru dunia ini. Saudara-saudara yang diberkati Tuhan, Bacaan hari ini Yohanes 20:1-10, dimana Maria Magdalena mempunyai inisiatif untuk datang di pagi subuh untuk melihat kubur Yesus. Maria Magdalena harus menunggu sampai hari Minggu untuk mengunjungi kubur Yesus. Ini menunjukkan ketaatan mereka pada hukum Sabat! Pada hari Sabat memang orang Yahudi tidak boleh melakukan pekerjaan (Kel 20:9-10). Orang-orang Yahudi yang taat tidak akan melakukan pekerjaan apapun pada hari itu. Dan lagi, pelanggaran terhadap peraturan Sabat ini merupakan dosa yang berat. Maria melihat batu penutup kubur itu tidak ada, dan mendapati kubur itu telah kosong. Ia menduga, ada orang yang telah mengambil mayat Yesus. Apapun kecurigaannya, kelihatannya ia sangat terkejut, panik, hatinya gundah atas kenyataan bahwa tubuh Tuhan Yesus hilang. Sehingga ia segera berlari menjumpai Simon Petrus dan Yohanes untuk memberitahukan apa yang telah terjadi. Sampai disini Maria belum menyadari apa yang terjadi, seandainya ia mengerti dengan benar, tidak ada yang lebih membahagiakan jika kita tahu bahwa orang yang kita kasihi telah bangkit dari kematian.

Saudara-saudara yang di kasihi Tuhan, Batu itu disingkirkan bukan supaya Kristus yang telah bangkit itu bisa keluar dari kubur. Dengan kuasa-Nya, Ia bisa menembus tembok/ruangan yang tertutup sekalipun. Sehingga jelas Ia tidak membutuhkan penyingkiran batu yang menutup pintu kubur-Nya itu. Ini menunjukkan bahwa kubur sudah ditaklukkan oleh kebangkitan Yesus dan supaya para perempuan dan murid, bisa memasuki kubur itu dan melihat kenyataan bahwa Ia telah bangkit dan mengalahkan maut. Kubur yang kosong menunjukkan bahwa kebangkitan Yesus juga bersifat jasmani, bukan hanya rohani. Apa yang terlihat itu tiba-tiba menembus/masuk ke pikiran Yohanes; ia menyadari apa yang telah terjadi dan ia percaya.

Saudara-saudara, Merasa takut, namun segera ketakutan itu akan berganti dengan rasa sukacita. Demikian juga yang terjadi dengan para perempuan dan para murid. Sekalipun hati mereka masih diliputi berbagai pertanyaan, namun sebuah pengharapan telah mulai tumbuh di dalam hati mereka setelah melihat kubur yang kosong dan kain kafan serta kain peluh tergulung rapi. Banyak orang yang tidak percaya bahwa Tuhan Yesus telah bangkit. Ada golongan yang percaya bahwa kebangkitan Yesus hanya bersifat rohani saja tidak secara jasmani, seperti golongan gnostik dan saksi Yehowah. Yohanes percaya Tuhan Yesus telah bangkit berdasarkan fakta bahwa kubur telah kosong dan kain kafan serta kain peluh yang ditinggalkan disana. Saudara-saudara yang diberkati Tuhan, Kebangkitan Kristus telah memberikan kepastian iman bahwa di balik kematian ada kehidupan. Hal ini juga ditegaskan Tuhan Yesus sendiri, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,” (Yohanes 11:25). Jadi dengan kebangkitan Kristus ada jaminan pasti bahwa kita yang percaya juga akan dibangkitkan dari kematian dan beroleh kehidupan kekal. Oleh karena itu Rasul Paulus menasihatkan, “… saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (1 Korintus 15:58). Namun sampai saat ini masih ada orang Kristen yang begitu mudahnya menjual imannya demi jabatan, harta, popularitas, dan juga pasangan hidup; keselamatan ia tukarkan dengan kemewahan dunia ini. Orang Kristen bukan menyembah Tuhan yang mati. Kita menyembah Tuhan yang hidup, yang telah mengalahkan kematian. Kita harus percaya bahwa Dia tetap hidup dan tetap berkuasa sampai selama-lamanya. Pakaian kematian itu telah ditanggalkan-Nya untuk memberi kehidupan baru bagi orang percaya yang mengasihi-Nya. Sehingga kehidupan setiap orang percaya semakin dibaharui hari demi hari sampai hari kedatangan-Nya. Memaknai Paskah di Tahun ini, kita juga merayakan hari anak GMIM. Kita diajak untuk semakin memperbaharui diri, tingkah laku, perkataan, pikiran dan perbuatan ke arah yang lebih baik, ke arah yang berkenan pada kehendak Tuhan. Mari kita tanggalkan pakaian kematian yang selama ini menyelubungi kita, mari kita kenakan pakaian kehidupan yang telah diberikan-Nya. Amin.