TEMA BULANAN : “Diperlengkapi Untuk Memperkokoh Gereja dan Bangsa”
TEMA MINGGUAN : “Konsekuensi Mengikut Yesus”
Bacaan Alkitab: Matius 4:18-22
ALASAN PEMILIHAN TEMA Seiring dengan perputaran zaman maka gereja pun terus mengkaji dan mengembangkan sistem dan mekanisme pelayanannya, sehingga mampu memberi jawab terhadap tuntutan pelayanan yang nyata dan kontekstual. Disadari bahwa jika gereja dan pelayanan hanya bertumpuh pada satu sistem yang baku dan “disakralkan” maka bukan tidak mungkin gereja tertutup terhadap suatu perubahan yang sesungguhnya sangat dibutuhkan untuk pengembangan pelayanan gereja. Misalnya pengalaman pelayanan gereja sejak tahun lalu sampai saat ini. Akibat merebaknya pandemi Covid-19 mau tidak mau gereja harus menata sedemikian rupa sistim pelayanannya. Tradisi untuk hanya boleh beribadah di gedung gereja dalam ibadah minggu, harus beribadah di rumah-rumah. Bentuk tata ibadahnya sampai penyampaian Firman harus dikondisikan hanya 60 menit, yang kesemuanya itu dulunya tidak pernah menjadi ketentuan dalam pelayanan gereja. Pada prinsipnya yang tidak dapat berubah adalah pengajaran tentang Kabar Baik Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat dunia. Penggenapan janji dari perjanjian lama dan Dialah Raja dalam Kerajaan Allah. Dengan mencermati adanya perubahan-perubahan yang terjadi dengan kondisi dan situasi dunia di atas, termasuk di dalamnya berbagai alasan untuk menerima dan menjadi pelayan gereja “penjala manusia”, maka perlu kematangan dalam memahami panggilan mengikut Yesus. Dalam maksud menjadi “penjala manusia” bahwa bersedia dan mau menerima panggilan pelayanan harus termotivasi dalam keyakinan iman bahwa Tuhan Yesus yang memanggil, umat menerima panggilan dan bersedia diubah oleh-Nya. Sehubungan dengan hal tersebut bacaan kita saat ini mengangkat tema “Konsekuensi Mengikut Yesus”.
PEMBAHASAN TEMATIS Pembahasan Teks Alkitab (Exegese) Injil Matius ditulis sekitar tahun 70 sampai 80 di Syria, diperuntukan bagi orang-orang Yahudi. Pengarang Injil Matius bermaksud menyampaikan perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan Tuhan Yesus, memulainya dengan mengangkat silsilah Yesus, kelahiran Yesus, pembaptisan Yesus dan memulai karya pelayanan-Nya di Galilea. Karya-Nya di depan umum, penulis menjelaskan Sang Mesias harus memulai-Nya di Galilea dari pada di Yerusalem. Penulis Matius mengisahkan bahwa Yesus pada awal mula penampilan-Nya di Galilea memanggil beberapa orang untuk dijadikan sebagai pengikut-Nya. Penangkapan Yohanes pembaptis membuat Yesus menyingkir ke Galilea. Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi sebuah danau di daerah Zebulon dan Naftali (Matius 4:12-13). Tentu penyingkiran ini bukan karena Yesus mau melarikan diri atau cari aman dan nyaman, namun ini terjadi sebagai bentuk pemenuhan nubuatan oleh nabi Yesaya (Matius 4: 14-16). Perjalanan dan penyingkiran ke Galilea akhirnya menjadi perjalanan membawa terang yang tidak lain adalah diri-Nya sendiri, sang Terang dunia di tengah kegelapan. Peristiwa penyingkiran ke Galiliea ada tujuannya yaitu agar Zebulon dan Naftali mendapatkan terang, ini jadi penekanan penulis kitab Matius agar jemaat dapat memperluas cakrawala misioner mereka untuk memasukkan diri ke daerah yang di anggap kafir. Kehadiran Yesus di Galilea memberikan dampak perubahan bagi orang-orang di sana. Ada orang-orang yang bersedia jadi pengikut-Nya. Saat Dia sedang berjalan menyusur danau Galilea terjadilah pertemuan dan pemanggilan Simon, Andreas, Yakobus dan Yohanes (Matius 4:18,21). Di tepi danau itulah, Yesus memilih dan memanggil murid-murid-Nya. Bukan pergi ke istana (orang-orang yang punya kuasa) atau ke Yerusalem (para imam kepala dan tua-tua), tetapi ke danau Galilea suatu daerah terpencil dan terpinggirkan. Negeri orang terbuang, di mana kemurnian iman Yahudi dan kekafiran bangsa lain saling bercampuran. Jelas bahwa Kristus tidak melihat seperti cara manusia melihat. Kepada mereka, nelayan-nelayan Galilea, yang sementara sibuk bekerja, sang Mesias hadir dan menyapa: “Mari Ikutlah Aku”. Sebuah kalimat singkat, namun mampu mengubah hidup para nelayan di danau Galilea. Apa maksud ajakan ini? Di ayat 19 kata ikutlah digunakan kata-kata “deute opisoo mou”, yang berarti marilah di belakang-Ku. Jadi ajakan Tuhan Yesus mempunyai arti khusus: “Mari berjalanlah di belakang-Ku”. Arti berjalan dibelakang mau menunjuk pada keteladanan seorang murid kepada Gurunya. Hidup seseorang akan berubah dan perubahan itu tergantung dari siapa yang kita ikuti. Dengan mengikuti Yesus, mau tidak mau kita akan berubah. Dicatat dalam Matius 4:20-22, mereka “segera” meninggalkan jalanya, perahunya serta ayahnya dan ikut Yesus. Bagi kita yang membacanya, respon ini sangat radikal, sebab terkesan tanpa dipikir-pikir terlebih dahulu. Bahkan sebuah respon yang muncul bukan karena di latar belakangi oleh iming-iming sesuatu atau di bujuk-bujuk seperti mendapatkan janji karunia. Perhatikan, penulis Injil Matius nanti menempatkan cerita atau kisah Yesus mampu melenyapkan segala penyakit dan kelemahan, nanti sesudah pemilihan para murid (Matius 4:23-25). Para nelayan yang sementara sibuk bekerja, tanpa ragu-ragu untuk mengikuti Yesus. Sesuatu keputusan yang beresiko, tanpa tahu kemana dan keuntungan apa yang akan diterima. Namun resiko itu yang di ambil keempat orang ini. Meninggalkan kemapanan dan zona nyaman yaitu pekerjaan dan keluarga, tentu sebuah resiko yang juga sudah sering mereka ambil jika mau menangkap ikan di danau. Yesus saat memanggil para murid tidak menjanjikan sebuah upah atas pemanggilan tersebut, tapi sebuah perubahan orientasi dari penjala ikan ke penjala manusia.
Makna dan Implikasi Firman Pemanggilan yang mencakup misi Allah yang besar dikerjakan di dalam Yesus menuntut pengorbanan. Pengorbanan mengikut Yesus sering diperhadapkan dengan resiko baik dalam gereja maupun diluar gereja. Memanggil dan mengubahkan murid Yesus dari penjala ikan menjadi penjala manusia merupakan ajakan dan bukan paksaan, tetapi mengandung unsur kerelaan. Sebagai penjala manusia maka gereja hendaknya terus-menerus memberitakan Injil Kabar baik dimanapun gereja berada. Pilihan dan panggilan kemuridan bukan didasarkan pada status, melainkan pada keterbukaan, ketulusan untuk menjawab panggilan Yesus dan itu dilakukan bukan untuk manusia tapi untuk Tuhan. Jauhkanlah diri dari panggilan yang hanya didasarkan pada status seseorang tetapi semua kita sama dihadapan Tuhan Yesus untuk menjadi pengikut-Nya. Kesiapan pada panggilan Yesus berarti siap menerima perubahan dari latar belakang apapun dan mengikuti pola pelayanan Yesus. Mengikuti Yesus bukan lagi secara fisiknya Yesus tapi mengikuti Firman-Nya. Menjawab panggilan Yesus harus disertai dengan kesabaran, pantang menyerah, tangguh dan berani sebagaimana yang menjadi ciri khas penjala ikan (nelayan).
PERTANYAAN DISKUSI :
Apa yang saudara pahami tentang konsekuensi mengikut Yesus dalam teks bacaan Matius 4:18-22? Bagaimana pengalaman saudara tentang komitmen mengikut Yesus?
POKOK – POKOK DOA : Memohon agar komitmen pelayanan mengikuti Yesus tetap dimiliki oleh setiap pelayan. Firman Tuhan menjadi dasar pemberitaan kekal dan tidak berubah Pemimpin menjadi teladan, memiliki sikap sabar, tekun dan berani untuk hal yang benar. https://www.profitablecpmratenetwork.com/cjg7awakv?key=d7089fc8c4a472af7fcbef8089abf152 ADVERTISEMENT
TATA IBADAH YANG DIUSULKAN : HARI MINGGU BENTUK II
NYANYIAN YANG DIUSULKAN: Kemuliaan Bagi Allah: KJ. No. 355 Yesus Memanggil Mari Seg’ra. Ses Doa Penyembahan : KJ No.375 Saya Mau Ikut Yesus. Pengakuan Dosa: KJ No. 441 Kuingin Menyerahkan Janji Anugerah Allah: NKB No.125 Kudengar Panggilan Tuhan. Puji-pujian : Mengikut Yesus Keputusanku. Ses Pembacaan Alkitab : KJ. No. 52 Sabda Tuhan Allah. Pengakuan Iman : Tabah Dan Setiawan. Persembahan: NKB. No. 197 Besarlah Untungku. Penutup: NKB. No. 126 Tuhan Memanggilmu
ATRIBUT : Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.