Sebagai seorang hamba Tuhan, kita harus tidak memiliki keinginan apa pun selain bagaimana menyenangkan hati Tuhan. Hal ini pasti akan membuat kita dikaruniai banyak hikmat, menikmati damai sejahtera dari Tuhan, dan menjadi saluran berkat bagi jemaat. Yang penting, semua dijalani tanpa target. Jangan menggunakan target, sebab jika kita memiliki target, berarti hati kita masih terikat pada dunia. Ingat, Alkitab berkata: “Bapamu tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu.” Jadi, Allah adalah Bapa kita, dan Dia ingin berurusan dengan kita. Dia yang menciptakan kita, dan Dia tahu bahwa kita tidak dapat hidup tanpa Dia.

Apabila Tuhan telah menjadi sumber kebahagiaan kita, maka kita akan dapat bersukacita dengan fasilitas apa pun yang Tuhan berikan. Karena manusia diciptakan segambar dengan Allah, maka ia memiliki perasaan yang dapat diarahkan kepada Allah, tetapi juga bisa diarahkan kepada dunia. Manusia bisa mengasihi, namun juga bisa membenci. Maka, jika kita bersedia mengasihi Tuhan, Tuhan pun dapat merasakan kasih kita. Ingat, kita adalah ciptaan Allah, kita dijadikan sebagai anak-anak-Nya, dan kita tidak dapat hidup tanpa Dia—dan Tuhan tahu itu. Karena itu, apabila kita berurusan dengan-Nya, Tuhan akan menyambut kita.

Yang keempat, Tuhan rindu menikmati kasih kita. Apabila kita benar-benar berurusan dengan Tuhan, mustahil Tuhan tidak menolong kita ketika kita menghadapi persoalan. Mustahil kita dibiarkan, asalkan kita berurusan dengan benar. Banyak dari kita hidup dalam kerentanan—dalam aspek ekonomi, kesehatan, keamanan fisik, dan sebagainya. Oleh karena itu, kita membutuhkan Tuhan Yang Mahakuasa. Jangan bersandar pada manusia. Sebaliknya, walaupun kita kaya, memiliki keluarga yang berpengaruh, kenalan di kalangan aparat, atau tinggal di lingkungan yang aman, jangan merasa aman. Keamanan sejati hanya ada di dalam Tuhan, sebab dalam hidup ini tidak ada kepastian selain Tuhan.

Jadi, berurusanlah dengan Tuhan—bukan hanya dalam konteks beribadah di gereja. Berurusan dengan Tuhan berarti menjalin hubungan setiap saat, setiap waktu. Tidak ada wilayah yang merupakan blank spot bagi Tuhan. Hubungan itu harus terus terjalin, dengan memikirkan Tuhan siang dan malam. Ketika kita belajar memikirkan Tuhan siang dan malam, sesungguhnya kita sedang memaksa diri untuk fokus kepada Tuhan. Setelah itu, secara alami kita akan mampu memikirkan Tuhan terus-menerus.

Walaupun kita memiliki banyak uang hari ini, apakah kita dapat menjamin bahwa uang tersebut masih ada besok? Atau, jika kita merasa kuat karena memiliki relasi dengan pejabat, sampai kapan relasi itu bisa diandalkan? Jangan-jangan, pejabat itu sendiri sedang menghadapi masalah yang tidak sanggup ia atasi.

Hidup ini tidak pasti—serba tidak pasti—, namun jika Tuhan yang melindungi kita, perlindungan itu pasti. Maka, berinteraksilah dengan Tuhan setiap saat. Jangan merasa bahwa hidup ini dapat dijalani seperti orang lain. Satu hal yang pasti: setiap kita akan mati. Setelah kematian, akan ada penghakiman. Celakalah kita jika selama hidup ini kita tidak berjalan bersama Tuhan. Gereja tidak bisa dan tidak boleh memberikan jaminan apa pun, selain firman Tuhan yang memberikan janji.

Maka, setiap orang harus berurusan dengan Tuhan setiap saat. Dia rindu berurusan dengan kita. Dan berurusan yang benar dengan Tuhan harus dimulai sejak kita bangun tidur. Kita harus menyediakan waktu untuk terlebih dahulu bertemu dengan Tuhan sebelum melakukan hal apa pun.

Hidup ini menjadi menarik jika kita memulainya dengan doa. Jangan menunggu sampai masalah datang baru mencari Tuhan. Saat keadaan tampak baik-baik saja, seolah-olah kita tidak membutuhkan siapa pun—bahkan merasa mampu hidup tanpa Tuhan—tetaplah katakan: “Tuhan, aku tidak mampu berjalan sendiri. Aku tidak berani. Ya Tuhan, berjalanlah bersamaku.” Dan Tuhan mau menikmati kasih, sayang, serta cinta kita kepada-Nya. Karena pada hakikatnya, kita berutang budi, berutang kebaikan kepada Tuhan. Dan percayalah, Tuhan tidak mungkin tidak menolong. Tuhan Yesus Kristus, Tuhan dan Juru Selamat kita, menyertai kita. Dia tidak mungkin tidak menolong kita. Tunggulah waktunya, Tuhan pasti akan membela kita.

Tidak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan. Jika suatu persoalan belum selesai, berarti memang belum waktunya Tuhan menyelesaikannya. Maka, mulailah setiap hari dengan menyediakan waktu untuk mencari Tuhan. Jangan sama seperti orang lain. Bacalah Alkitab. Jangan menyibukkan diri dengan gawai ( gadget ) yang tidak berguna. Dengarkan khotbah.