Kita harus memiliki waktu doa pribadi, dan itu harus menjadi me time bagi kita . Me time kita bukan lagi jalan-jalan ke mal atau nonton, melainkan ada di hadapan Allah. Tidak ada saran lain yang lebih dari ini untuk mengalami perjumpaan dengan Tuhan, kecuali kita berdoa, bertemu Tuhan. Namun banyak orang yang menganggap ini ringan atau hal yang remeh. Padahal ketika dia melakukan, jangankan 30 menit, 5 menit saja setengah mati, sungguh. Tapi kalau sudah terbiasa, kita akan kecanduan untuk ada di hadirat Tuhan, sehingga waktu doa 30 menit menjadi tidak cukup. Jangan anggap remeh hal ini, kita harus aktif.

Di dalam Kolose 3:1-4, Paulus mengajarkan untuk kita memikirkan dan mencari perkara yang di atas, bukan di bumi; “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, …” artinya setelah kita percaya Yesus, kita sudah mati bagi dunia, lalu kita hidup bersama Kristus. “… carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.”

Tidak mudah untuk memperagakan, mempersonifikasikan, atau mengenakan kebenaran ini. Jujur, kita kadang-kadang masih menyimpang atau agak menyimpang. Lalu kita juga bicara kepada diri kita sendiri, “munafik kamu.” Jadi pilihan kita harus tetap kita perbarui agar bertambah hari bertambah kokoh. Kita tetap bekerja, rajin, giat cari uang yang banyak agar bisa membantu lebih banyak orang, tetapi kita harus tetap memandang Tuhan sebagai satu-satunya pilihan. Jangan takut untuk memilih Tuhan, hidup suci dan fokus Kerajaan Surga saja. Jangan takut. Yang di dalam pertumbuhan kedewasaan rohani kita, nanti baru kita bisa mengatakan, “Apa pun yang Kau kehendaki, harus kulakukan, Tuhan, aku lakukan. Apa pun yang Kau minta untuk ku lepaskan, aku lepaskan. Apa pun yang ada padaku yang adalah milik-Mu, Engkau ambil, dengan senang hati aku berikan.”

Kalau sampai pada tingkat kekristenan seperti ini, maka kita baru bisa menjadi kekasih Tuhan. Di sini Tuhan merasa bahwa kita memilih Dia. Kalau manusia memilih sesamanya, bisa masih pura-pura menipu, manipulasi, dan orang bisa tertipu. Namun kalau pada Tuhan tidak bisa. Kalau kita memilih Tuhan dengan sungguh-sungguh, menyerahkan hidup kita untuk melakukan kehendak Bapa, menjadi anak kesukaan Bapa, Bapa tahu bahwa kita memilih Dia. Coba kita renungkan, kira-kira apakah Tuhan sudah merasa kalau kita memilih Dia atau belum? Kalau hanya ke gereja, itu belum ukuran seseorang memilih Dia.

Belum tentu harga atau kuotanya sudah kita bayar atau penuhi sesuai dengan ukuran yang Tuhan mau. Kontrasnya jelas: “kumpulkan harta di surga, bukan di bumi; kamu tak dapat mengabdi kepada dua tuan.” Kalau kita mendengar ini lalu berpikir tidak mungkin dapat kita lakukan, maka kita sedang menghina Tuhan dan menilai Tuhan jadi pembohong. Karena Ia sendiri yang berkata, “Kamu harus sempurna seperti Bapa di surga, sempurna.” Dan apa yang Dia perintahkan, pasti Dia juga berikan kita kemampuan untuk melakukannya.

Dan kalau kita tetap mengeraskan hati, maka ketika nanti kita melihat kekekalan, kita pasti mau diingatkan lebih keras dari sekarang ini, kita ingin diproses melebihi ini, namun malang kesempatan sudah lewat. Jadi, bagi siapa pun di antara kita yang sombong dan merasa tidak perlu berubah, sejatinya, kita sedang ditipu Iblis, bahkan sudah dibelenggu olehnya . Oleh sebab itu, mari lepaskan diri kita dan berubahlah. Peringatan ini benar-benar mau mengajak setiap kita pulang ke Rumah Bapa. Di dunia ini tidak ada tempat nyaman.