baca: sesajen), lalu meminta Tuhan memberkati dan menolong menyelesaikan masalah hidupnya.

Padahal sejatinya, kalau kita ke gereja adalah untuk diperkenalkan dengan Sang Khalik dan diajar apa alasan kita hidup. Bukan supaya diberkati dengan berkat jasmani. Apalagi yang transaksional, Tuhan diajak bisnis: “Aku kasih perpuluhan, maka Tuhan harus lipatgandakan menjadi 30, 60, 100 kali lipat.” Kita berutang kehidupan kepada-Nya, dan itu tidak bisa kita bayar dengan apa pun kecuali hidup berkenan di hadapan-Nya.